Life is also about dancing in the rain, instead of just surviving the storm.

Wigra Andhito - rumah cokelat

Kukemasi setiap potongan hati yang berisi kamu

Kusimpan dalam laci kenangan

membiarkannya habis termakan rayap-rayap waktu

Hingga tak pernah lagi rindu datang atasnama kamu


Hujan tidak selalu bicara tentang rindu
tapi selalu ada pelukan yang diharapkan bersamaan basahnya dedaunan

Hujan tidak selalu bicara tentang rindu
tapi ada kehangatan di antara tautan jemari yang kedinginan

Hujan tidak selalu bicara tentang rindu
tapi ada irama sama yang tercipta pada langkah kita yang berlarian mencari tempat berteduh

Hujan tidak selalu bicara tentang rindu
tapi ada udara yang membeku di antara kita yang berdiri di atap yang sama menunggunya reda

Dan hujan tidak pernah lagi bicara tentang rindu

Saat sebuah punggung mulai menjauh,
memilih berada di antara bulir-bulir hujan
meninggalkan aku dan kenangan tentang kita,
di kala hujan

misswallflower:

“Searching for yourself, in the dark, as you danced,
Floundering a little, crying softly,
Like somebody searching for somebody drowning
In dark water
Listening for them - in panic at losing
Those listening seconds from your searching -
Then dancing wilder in the darkness.

― Ted Hughes

“Loneliness is black coffee and late-night television; solitude is herb tea and soft music. Solitude, quality solitude, is an assertion of self-worth, because only in the stillness can we hear the truth of our own unique voices.” — Pearl Cleage

(via misswallflower )

L. E. L. A. H

L. E. L. A. H

(via misswallflower)

Selalu ada yang datang dan pergi dalam kehidupan kita.
Mereka yang datang bisa saja menempati hati atau hanya sekadar menyapa basa-basi.
Tapi pada akhirnya yang menetap di hati pun akan pergi,
entah karena perbedaan yang mengakibatkan perselisihan atau karena alam yang memisahkan.

Saat ada yang datang, kita tak perlu menyiapkan apa-apa.
Kemudian kita menjalani waktu bersamaan kehadirannya.
Entah kita menikmatinya atau membiarkannya berlalu begitu saja.

Hingga pada akhirnya, saat pergi kita baru tahu arti mereka dalam kehidupan kita.

Kita baru menyadari di saat mereka pergi.
Dan kita pun harus melepasnya dengan keikhlasan.
Bersiap untuk menyambut kembali kehadiran yang lain meskipun waktu sudah tak akan pernah sama lagi.

Ada yang tertinggal di sana.
Kenangan.

“We are travelers on a cosmic journey, stardust, swirling and dancing in the eddies and whirlpools of infinity. Life is eternal. We have stopped for a moment to encounter each other, to meet, to love, to share.This is a precious moment. It is a little parenthesis in eternity.” - Paulo Coelho

(via misswallflower )

Do Re Fa Sol La Si Do. What’s missing? Your melody will not perfect till you find…. .Me

Rahne Putri- (via sadgenic )

misswallflower:

I feel so let down by certain people, so lonely. I guess we’re still all alone in the end.

With this illusion of understanding people give you hope that everything will be okay, they try to help you, but if don’t succeed right away, just get tired and leave, it’s always the same. 

This fake understanding is even worse than unwillingness to understand and sympathize at all. In the end everyone makes everything about themselves.